TEKNOLOGI CANGGIH BANTU PENYATUAN KALENDER ISLAM INTERNASIONAL

Jakarta – Tidak hanya metode hisab saja yang bisa dipakai untuk menyatukan kalender Islam internasional. Teknologi yang canggih ternyata juga mampu menjembatani perbedaan penganut metode rukyat dan penganut hisab dalam menentukan awal bulan. Pakar ilmu astronomi dari Malaysia, Prof Dr. Muhammad Ilyas memaparkan, untuk mencapai univikasi kalender Islam internasional, setidaknya ada tiga cara yang harus dilakukan oleh umat Islam. “Pertama, umat Islam memakai kriteria yang sama dalam melakukan perhitungan awal dan akhir bulan,” ujar Ilyas saat memaparkan gagasannya dalam simposium internasional yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah bertajuk Towards a unified international Islamic calender di Hotel Sahid, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (5/9/2007). Langkah kedua, menurut Ilyas, menggunakan metode rukyah, dalam hal ini bekerja sama dengan organisasi muslim internasional yang bergerak dalam bidang astronomi. “Ini dimaksudkan untuk mencapai keseragaman secara global,” kata disa. Langkah terakhir, menurut Ilyas, menggunakan peralatan-peralatan moderen dalam melakukan rukyah. Terkait dengan penggunaan alat moderen ini, untuk menentukan awal Ramadhan tahun ini, Departemen Agama pada tanggal 11 September 2007 nanti akan menggunakan teropong digital. Pro dan kontra pun bermunculan. Sementara pakar astronomi dari LIPI, Farid Ruskanda, memperkenalkan dua cara yang bisa digunakan untuk menentukan awal bulan yang diyakini bisa menjembatani rukyah dan hisab. Cara yang diperkenalkan Farid adalah dengan memanfaatkan teknologi, yakni menggunakan gelombang radar dan gelombang radio. “Teknologi tersebut mampu melakukan perabaan terhadap bulan, yang bisa mengatasi masalah posisional (misalnya ketinggian/elavasi dan azimuth), dan terutama masalah cuaca,” kata Farid dalam kesempatan yang sama. Peerabaan bulan ini, menurut Farid, kemudian diinterpretasikan dan menghasilkan citra terekonstruksi dari bulan. Teknologi ini memungkinkan praktek rukyah bisa diperluas cakupannya ke ketinggian di bawah 2 derajat, dan pada cuaca yang tidak memungkinkan menggunakan metode rukyah konvensional, termasuk dengan menggunakan teleskop rukyah. “Fitur ini akan memungkinkan teknologi ini memainkan peran sebagai jembatan untuk mengkonvergensi menyatukan perbedaan antara hasil-hasil hisab dengan hasil empirik dari rukyah,” tambah dia. Namun tidak semua hadirin sependapat dengan ide tersebut. Salah seorang peserta dari Uni Emirat Arab menyangsikan paparan Farid tersebut. Ia menyangsikan radar bisa melakukan perabaan secara optimal sehingga mampu menjembatani kedua metode hisab dan rukyat. “Apa salahnya kalau kita coba,” ujar peserta yang lain. (anw/nrl)

 

REPOST : http://news.detik.com/read/2007/09/06/123348/826449/10/teknologi-canggih-bantu-penyatuan-kalender-islam-internasional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s